Cara kerja buku tamu digital di hari H
Sebelum acara, daftar tamu dari undangan digital atau dari berkas Excel/CSV dimuat ke aplikasi buku tamu. Setiap tamu punya link undangan dengan namanya sendiri dan QR pribadi. Pada hari H, perangkat di meja penerima tamu sudah menyimpan seluruh daftar itu, sehingga tidak bergantung pada sinyal gedung.
Saat tamu datang, penerima tamu cukup memindai QR dari HP tamu atau mengetik beberapa huruf namanya. Kehadiran tercatat dalam hitungan detik, lengkap dengan jumlah pendamping. Bila acara memakai souvenir atau angpao, keduanya ikut dicatat per tamu, jadi tidak ada lagi catatan terpisah yang harus dicocokkan setelah acara.
Di dekat pintu masuk, layar sapa menampilkan nama tamu yang baru check-in. Layar ini tersambung ke laptop hub di meja penerima tamu dan tetap menyala walau internet mati. Untuk keluarga, ini cara sederhana membuat tamu merasa disambut secara pribadi.
Kenapa offline-first penting
Masalah yang paling sering terjadi di resepsi bukan aplikasinya, tetapi jaringannya. Gedung yang penuh tamu membuat sinyal seluler melemah, dan Wi-Fi venue sering tidak dirancang untuk ratusan perangkat sekaligus. Buku tamu yang bergantung pada server akan berhenti tepat ketika antrean paling panjang.
DTamu dirancang sebaliknya. Data tamu ada di perangkat sebelum pintu dibuka. Indikator “Siap offline” hanya berwarna hijau bila data di perangkat sudah lengkap, sehingga crew tahu sebelum acara dimulai bahwa meja penerima tamu aman. Selama acara, beberapa perangkat bisa saling sinkron lewat hotspot lokal, dan semua catatan dikirim ke dashboard penyelenggara begitu jaringan kembali.

Dibanding buku tamu kertas
Buku tamu kertas terlihat sederhana, tetapi pekerjaannya baru dimulai setelah acara. Keluarga harus membaca tulisan tangan satu per satu, mencocokkan nama dengan daftar undangan, dan menghitung ulang souvenir serta angpao dari catatan yang terpisah. Tamu yang menulis nama panggilan atau lupa mengisi buku membuat daftar kehadiran tidak pernah benar-benar lengkap.
Dengan buku tamu digital, pencocokan itu terjadi saat tamu datang. Nama di QR sudah sama dengan nama di daftar undangan, jadi tidak ada tulisan yang perlu ditebak. Penerima tamu bisa melihat apakah seorang tamu sudah check-in sebelumnya, sehingga souvenir tidak terbagi dua kali. Keluarga atau panitia pun bisa memantau kehadiran dari dashboard selama acara masih berlangsung, bukan menunggu buku dibawa pulang.
Antrean juga lebih pendek. Tamu tidak perlu menunggu giliran memegang pena; satu scan cukup, dan meja penerima tamu bisa menambah perangkat bila tamu datang bersamaan. Untuk keluarga yang ingin menyimpan kenangan, ucapan dan doa dari tamu tetap terkumpul lewat undangan digital dan bisa dibaca kembali kapan saja.
Perangkat yang bisa dipakai
Buku tamu digital tidak harus memakai perangkat khusus. Kamu bisa memakai laptop, tablet, atau HP yang sudah ada, atau meminta crew kami membawa perangkat lengkap.
| Kebutuhan | Pilihan | Catatan |
|---|---|---|
| Perangkat utama | Laptop atau PC Windows 10/11, tablet, HP Android | iPad dan iPhone menyusul |
| Pemindai | Kamera perangkat atau scanner barcode USB/Bluetooth | Scanner disarankan untuk antrean panjang |
| Label | Printer termal | Untuk label souvenir atau meja |
| Layar sapa | Layar atau TV yang tersambung ke laptop hub | Tetap menyala tanpa internet |
| Jaringan | Hotspot lokal antar perangkat | Tidak butuh internet gedung selama acara |

Untuk pernikahan
Di pernikahan, buku tamu digital bekerja bersama undangan digital. Tamu menerima link personal dengan namanya, konfirmasi hadir lewat RSVP, lalu datang membawa QR yang sama. Keluarga tidak perlu mencetak daftar tamu atau menjaga buku kertas, dan setelah acara bisa mengirim ucapan terima kasih otomatis lewat WhatsApp.
Kami sudah menjaga meja penerima tamu dari akad yang intim sampai resepsi yang diliput media, termasuk resepsi Citra Kirana dan Rezky Aditya serta rangkaian pernikahan Kaesang dan Erina, dari pengajian, siraman, dan midodareni sampai akad nikah.
Untuk tamu yang lebih nyaman dengan kertas, misalnya orang tua dan kerabat yang lebih senior, tersedia add-on kartu QR fisik. Mereka tetap tercatat dengan cara yang sama di meja penerima tamu.
Untuk acara perusahaan
Seminar, gathering, launching, dan wisuda punya kebutuhan yang berbeda: daftar tamu sering datang dari Excel, ada kategori VIP dan reguler, dan panitia perlu laporan kehadiran untuk diserahkan ke atasan. Buku tamu digital DTamu mengimpor daftar tamu dari Excel/CSV, mencatat walk-in di tempat, dan menghasilkan laporan real-time yang bisa diekspor ke Excel dan PDF.
Undangan dan tampilan layar sapa bisa memakai logo dan warna perusahaan, sehingga seluruh pengalaman tamu tetap sesuai identitas acara.

Crew penerima tamu di hari H
Aplikasi saja kadang tidak cukup untuk acara dengan ratusan tamu yang datang hampir bersamaan. Crew kami menyiapkan perangkat, memastikan indikator “Siap offline” hijau sebelum pintu dibuka, dan menjaga meja penerima tamu sampai acara selesai. Login crew memakai PIN, dan data tamu dihapus otomatis dari perangkat saat acara ditutup.
Harga crew dan perangkat bergantung pada tanggal, lokasi, durasi, dan jumlah tamu. Isi form cek tanggal, lalu tim kami mengirim penawaran untuk acaramu. Paket yang bisa dipesan sendiri, termasuk Undangan + Buku Tamu Online, tercantum di halaman harga.
Setelah acara selesai
Begitu acara ditutup, penyelenggara bisa membuka laporan kehadiran: siapa yang datang, berapa pendamping, souvenir yang sudah dibagikan, dan tamu walk-in. Laporan ini bisa dibuka tanpa internet dan diekspor bila perlu diserahkan ke pihak lain. Data di perangkat crew dihapus, sementara data di dashboard tetap bisa diakses oleh pemilik acara sesuai perannya.

